Sebagai bagian penting dari sistem perpipaan, flensa berperan penting dalam menyambung pipa, katup, pompa, dan peralatan lainnya. Produknya digunakan di pabrik pengolahan minyak dan gas, kimia atau air dan tempat-tempat ini.
Flensa adalah flensa atau bubungan yang digunakan untuk menyambung pipa, alat kelengkapan, atau mesin. Flensa dibaut atau dilas untuk membentuk sambungan yang kuat agar mudah dirakit, dibongkar, dan diperiksa. Flensa tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran untuk menahan tekanan, suhu, dan kondisi lingkungan yang berbeda. Dengan menstandardisasi sambungan, flensa meningkatkan interoperabilitas antar sistem, sehingga mengurangi waktu henti dan biaya pemeliharaan.
Parameter Kunci Flensa
Ukuran: mengacu pada ukuran pipa nominal (NPS) atau diameter, yang harus disesuaikan dengan komponen yang disambung.
Peringkat Tekanan: menunjukkan tekanan maksimum yang dapat ditahan oleh flensa, biasanya diklasifikasikan menurut standar seperti ANSI/ASME (misalnya Kelas 150, Kelas 300, Kelas 600).
Bahan: Bahan yang umum digunakan termasuk baja karbon, baja tahan karat, baja paduan, dan logam non-besi seperti kuningan atau tembaga, yang dipilih karena ketahanan dan kekuatannya terhadap korosi.
Tipe muka: Ini termasuk muka datar (FF), muka terangkat (RF) dan sambungan cincin (RTJ), yang mempengaruhi efisiensi penyegelan.
Tata letak lubang baut: jumlah dan diameter lubang baut, yang penting untuk penyelarasan dan pengencangan.
Standar: Kepatuhan terhadap standar internasional seperti ANSI, ASME, DIN atau JIS memastikan kompatibilitas dan keamanan.
We use cookies to offer you a better browsing experience, analyze site traffic and personalize content. By using this site, you agree to our use of cookies.
Privacy Policy